My Breastfeeding Experience

posted on The Urbanmama on 19 JAN 2010 5:52:33

Saat para perempuan selalu membahas mengenai kehamilan dan persalinan — entah itu lamanya, sakitnya maupun cerita-cerita lain yang tidak kalah heboh — saya merasa kecolongan karena tampaknya tidak ada yang pernah menceritakan suka duka menyusui (setidaknya di lingkungan sekitar saya).  Padahal ibu saya, yang menyusui keempat anaknya adalah orang yang selalu memberi wejangan maupun tips-tips untuk setiap event dalam kehidupan saya.  But no, not about this – and I’m still wondering why up until now. Mungkin beliau sudah keburu membanjiri saya dengan tips mengenai pregnancy dan persalinan, sehingga serba serbi menyusui sedikit terlupakan.

I had it easy on the delivery, cukup dua kali mengejan dan merasakan kontraksi 2 jam saja, but not on the breastfeeding part, unfortunately. Hingga Akasyah berusia 3 hari, air susu belum keluar juga. Banyak faktor saya kira, tapi garis besarnya adalah kurang informasi. January depan, insya Allah genap dua tahun saya berhasil menyusui Akasyah. Not easy indeed dan kalau boleh jujur di awal menyusui sering rasanya saya ingin menyerah.  Mulai dari ASI telat keluar, nipple lecet parah karena latch on yang kurang sempurna, mastitis sampai 5 kali (penyumbatan kelenjar payudara yang bikin saya demam sampai 40 C), supply ASI tiba-tiba menurun drastis dan hal hal lain yang bikin saya tidak heran kenapa banyak sekali ibu-ibu yang gave up on breastfeeding, terutama yang juga bekerja.

Sekarang, banyak sekali hal yang saya harap saya tahu dulu. These are some things based on my experience, it may be not sufficient, so please do share your own tips


1.  Rooming In, or at least always try to breastfed every few hours after delivery.

Rooming in memudahkan kita untuk mengontrol bayi dan menyesuaikan diri dengan jadwal minum bayi agar merangsang ASI segera keluar.  Tapi kadang-kadang masih ada rumah sakit yang tidak menyediakan fasilitas ini atau malah kita yang memilih untuk tidak rooming in setelah proses persalinan yang berat agar dapat beristirahat. ini bukan masalah besar, kita tetap bisa minta agar bayi dibawa setiap beberapa jam atau malah kita yang menghampiri bayi untuk menyusuinya apabila memungkinkan

2. Make yourself well informed.

Penting sekali untuk membekali diri kita dengan informasi yang memadai. Banyak hal yang bisa mencegah terhentinya memberi asi karena well informed. Misalnya aja info bahwa bayi sesungguhnya mampu bertahan tanpa ASI hingga beberapa waktu. Jadi kalau ASI ga keluar right away, bukan  alasan untuk langsung give up dan pindah ke susu formula. Well informed itu bikin pede, yang akhirnya bikin relaks. Tapi jangan lupa juga source informasinya diusahakan dari beberapa sumber yang kompeten, jangan sampai hanya bergantung pada satu sumber saja.

3. Don’t underestimate breast massage dan kompres air hangat.

Tampak sepele, tapi bisa mencegah mastitis yang sangat menyebalkan. Setelah 5 kali kena mastitis, massage is a must. Biar ga lupa, saya massagenya di kamar mandi sambil sabunan.

4. Keep a positive attitude that kita pasti berhasil menyusui, but tetap santai and take it one day at the time.

Many times persediaan ASIP di kulkas tampak kurang dan udah siap-siap untuk memakai formula in case kejadian kurang persediaan tapi alhamdullillah ternyata selalu cukup, by some miracle. Entah itu bayinya ga terlalu lahap hari itu atau ternyata bisa pulang cepet dan jadi bisa menyusui langsung. Pokonya yakin, relaks, berusaha maksimal selanjutnya berserah diri dan tawakal.

5. Be prepared and well-equipped to breastfeed.

Walaupun idealnya memerah ASI bisa dilakukan dengan tangan (manual) tapi this thing take a while to master dan ga selalu cocok untuk semua orang. Jadi invest on some breastpumps dan perlengkapan lainnya yang bisa menunjang seperti nippleshield, breastpad, milk saver etcAgain, info dan review dari pengguna lain sangat membantu.

6. Bergabung dengan teman-teman atau komunitas pro ASI.

Baik itu di sekitar pemukiman tempat tinggal maupun di dunia maya, including theurbanmama. Saya sih dulu terbantu setelah ikut mailing list asiforbaby, banyak info dan bisa minta saranonline.

7. Doktrinlah orang-orang sekitar kita

Kadangkala tantangan paling berat datang dari orang sekitar kita, makanya sering-seringlah berdiskusi dan keep them informed about ASI. Contohnya suami saya, pada awalnya dia ga terlalu ngeh, bahkan pernah buang ASIP yang udah susah-susah dikumpulkan ke kitchen sink(masih sakit hati kalau inget). Tapi karena saya sering sharing pengetahuan yang saya dapatkan dan melihat kegigihan istrinya juga mungkin ;P – akhirnya dia jadi supporter no.1.  Contoh kedua adalah teman sekerja, yang pada awalnya ngeledekin ritual memompa saya. Saya tunjukkan bahwa apapun tidak menggoyahkan niat saya untuk tetap kasih ASI. Lama-lama mereka malahan penasaran sendiri, kok saya keukeuh banget sama ASI dan akhirnya mendukung dan bahkan berniat untuk memberi ASI kelak untuk anak mereka.

8. If you failed once, jangan menyerah.

Seperti Akasyah yang pernah minum susu formula di hari hari pertamanya, gagal ASI ekslusif jangan membuat kita menyerah sama sekali. Justru setelah kejadian itu, saya semakin memotivasi diri agar jangan sampai kejadian lagi.

9. Keep in mind that it’s not easy, but always worth it.

Yang pasti bayi ASI itu bukannya anti sakit dan juga tidak usah menjadi anak jenius. Seringkali persepsi yang seperti ini menjadi bumerang, misalnya bila sakit akan dikomentari “kok bayi ASI tapi sering sakit sih?“. In my opinion, saya memberi ASI pada Akasyah karena haknya lah untuk mendapat yang terbaik yang sudah diformulasikan oleh penciptanya sendiri. Soal kelak tenyata jadi anak yang sehat kuat dan pintar itu adalah bonus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s